Siapa disini yang sering beli nasi padang. Hayooo absen dulu.. Nasi padang merupakan makanan khas sumatra barat yang paling banyak di indonesia maupun luar negeri.

Padang sendiri ialah salah satu wilayah di Sumatera Barat yang juga terkenal dengan makanan berbahan dasar daging dan santan.

Soal rasa, masyarakat Minangkabau lebih menyukai rasa pedas, sehingga kebanyakan masakannya ialah bercita rasa pedas.

Bila kamu mencoba bakal mengetahui makanan apa saja yang endemik dari Sumatera, lalu kami memberikan 27 daftarnya.

Lihat juga makanan khas betawi

Tidak hanya menambah wawasan, kedua puluh tujuh makanan persembahan MakananOlehOleh.com ini mampu menjadi referensi kamu kali berkunjung ke provinsi dengan semboyan Tuah Sakato tersebut.

Yuk kita lihat makanan khas Sumatera Barat yang disertai dengan gambar, keterangan, dan penjelasannya dibawah ini.

Makanan Khas Sumatera Barat

[powerkit_toc title=”Daftar isi” depth=”2″ min_count=”2″ min_characters=”1000″]

Kacimuih

makanan khas Sumatera Barat

Olahan khas Sumatera Barat cukup melimpah, yang pertama ada kacimuih. Walaupun dibuat dengan bahan dasar singkong yang cenderung ‘ndeso’, namun sehabis jadi kacimuih lalu rasanya akan berbeda.

Pembuatannya dilakukan dengan bahan singkong, gula (mampu gula putih mampu gula merah), dan parutan kelapa.

Bentuknya sendiri terbilang sederhana, ketela pohon tadi akan ditumpuk dengan kelapa parut maupun gula. Namun rasanya akan amat nikmat di mulut, ada rasa gurihnya parutan kelapa maupun manisnya gula.

Pembuatannya juga tidaklah sulit, yakni cukup dengan menyiapkan singkong yang terkupas, gula aren atau gula pasir, parutan kelapa, garam, dan vanilli.

Singkong yang bersih nantinya akan diparut agak kasar kemudian langsung mampu dikukus.

Selain itu ada pula tambahan garam dan vanilli bakal memberi rasa pada singkong. Kira-kira, semasih 20 menit, hasil kukusan telah matang dan telah mampu diangkat bakal disajikan bersama parutan kelapa dan gula putih.

Selain gula putih, kacimuih juga mampu dimakan dengan gula aren. Bakal penggunaan gula aren agak berbeda, karena kelapa parut harus dimasak dulu.

Sedangkan gulanya harus telah cair, baru mampu ditaruh di atasnya. Harga bakal satu porsinya cukup terjangkau, uang 3 ribu sampai 5 ribu rupiah telah cukup bakal membelinya.

Gajeboh

Selain Rendang, di ibukota Sumatera Barat, Padang, juga ada olahan lain bernama gulai gajeboh atau disebut pula sandung lamur.

Bahan utama pembuatannya ialah daging sapi pada bagian punuk, sehingga biasanya akan terdapat banyak gajih (lemak).

Namun kerena itulah akan ada 3 varian rasa apabila menikmatinya, yakni rasa gurih yang biasa saja, sebab daging lebih banyak dari lemak.

Berlanjut ada rasa gurih normal yang akan timbul kali gajih lebih banyak dari daging, sedang yang ketiga amat gurih karena hanya ada gajih saja dalam porsinya. Walaupun kebanyakan antara gajih dengan daging perbandingannya 3:1, sehingga rasanya condong ke gurih.

Sesuai namanya, makanan khas Sumatera Barat ini juga punya kuah seperti gulai pada umumnya. Kuah yang digunakan ialah asam pareh, namun disajikan tanpa santan sedikitpun, sehingga tampilannya akan memerah.

Selain rasa gurih, berkat kuah tersebut lalu akan ada cita rasa pedas yang timbul. Bahkan berkat perpaduan antara kuah dengan banyaknya lemak, banyak yang mengatakan bahwa gajeboh ialah makanan paling lezat.

Namun amat tidak disarankan bagi penderita kolesterol tinggi, karena makanan dengan harga mulai dari Rp. 23.500 plus nasi ini, mampu membuat tengkuk terasa berat. Bakal mendapatkannya, kunjungi saja Rumah Makan Lamun Ombak di Padang atau yang di Jakarta ada Rumah Makan Sepakat.

Asem Pandeh Daging

Dari namanya saja, telah terlihat bahwa asem pandeh daging dibuat dengan bahan dasar daging, terutama daging sapi. Walupun kini banyak rumah makan yang mencoba membuat asem pandeh dari daging ikan maupun daging ayam, jadi tidak hanya daging sapi saja.

Sesuai arti namanya yang berarti asam pedas, rasanya juga begitu, asam pedas, karena dibuat dengan cabai yang dominan, dan ada asam kandis.

Apabila dibuat dengan daging sapi, penampilannya akan amat mirip dengan rendang, karena warna dagingnya yang cokelat, dengan sedikit kuah menyertainya. Bakal lebih mempercantik tampilan, biasanya akan ditambah dengan irisan tomat di atasnya.

Bahkan makanan ini kerap disajikan kali acara-acara adat yang sakral, sebut saja kali kala acara pernikahan, yang disajikan bakal para tamu dan undangan.

Pembuatan makanan ini hanya perlu mencampur bumbu halus berupa bawang merah dan bawang putih dengan daging, bahkan ditambah lagi dengan cabai merah, jahe, asam kandis, dan tomat yang dimemarkan.

Sehabis didiamkan semasih 30 menit, baru campuran tersebut telah mampu digoreng sampai warnanya kecokelatan.

Setalah matang, lalu telah siap disajikan bersama nasi, apabila mau membelinya, datang saja ke rumah makan di ranah Minang karena cukup banyak yang menjualnya.

Lompong Sagu

Salah satu jenis kue yang langka ditemui ialah kue dengan nama lompong sagu. Bahan yang digunakan bakal membuat lompong sagu ialah tepung sagu, parutan kelapa, gula merah, santan, dan pisang kepok atau pisang raja.

Makanan tradisional Sumatera Barat ini berasal dari daerah Minang dengan rasa dominan manis dan ada aroma khas pemanggangan.

Bentuknya sendiri amat unik, sehabis selesai dipanggang, biasanya akan disajikan di atas piring dengan bentuk kotak hasil potongan, mampu juga diberi taburan parutan kelapa.

Sedangkan pembuatan kue ini ialah dengan cara mencampurkan bahannya seperti, pisang kepok yang telah dihaluskan, tepung sagu, kelapa parut, gula merah halus, serta air secukupnya.

Aduk adonan tersebut sampai benar-benar merata, kemudian masukkan adonan ke daun pisang sebesar 2 sendok makan adonan bakal dibungkus. Kedua ujungnya, kunci saja dengan lidi, sehingga akan dengan mudah dipanggang.

Ketika dipanggang, bolak-balik bungkusannya sampai benar-benar matang. Sehabis matang, lompong sagu mampu disajikan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian bakal dihiasi parutan kelapa atau memakannya secara langsung kali masih hangat.

Sate Padang

Selain nasi padang yang telah terkenal, ada juga makanan khas Sumatera Barat lain bernama sate padang yang terkenal hingga Sumatera Utara Olahan sate khas kota Padang tersebut dibuat menggunakan daging sapi, bahkan ada lidah sapinya yang diberi kuah khasnya.

Sebenarnya tidak hanya daging dan lidah sapi, melainkan ada pula bahan lain yang kerap digunakan seperti jeroan berupa jantung, usus, dan paru.

Sedangkan bakal bumbu yang digunakan ialah bawang merah, bawang putih, kunyit, serai, jahe, cabai merah, dan bumbu lainnya. Bumbu-bumbu tersebut dimasak dengan kaldu sapi, kemudian akan ditambah dengan tepung beras supaya lebih kental.

Biasanya penjual yang kerap ditemui di pinggir jalan, akan menjajakannya dengan irisan ketupat yang tertutup bumbu kuahnya. Hal ini karena bumbu kuah yang diberikan sungguhlah banyak yang menutupi ketupat di bawahnya, sehingga akan semakin nikmat rasanya.

Rasa pedas dan gurih akan langsung muncul di mulut kali mengonsumsi satenya yang empuk. Sedangkan aroma yang akan timbul bila menghirupnya akan tercium aroma kunyit dan serainya yang khas. Hal inilah yang membuat jenis sate ini banyak peminatnya, bahkan sampai ke luar Padang.

Sate Lokan

Apabila biasanya mengenal sate hanya dari bahan dasar daging sapi, ayam, atau kambing, namun di daerah Minangkabau, khusunya Padang ada sate lokan. Apa itu sate lokan?

Sate lokan ialah sate yang menggunakan bahan dasar berupa kerang hijau. Walaupun awalnya hasil laut dengan nama latin Perna viridis L ini memiliki warna hijau, namun sehabis dimasak akan bewarna oranye kemerahan.

Seperti halnya sate kebanyakan, sate kerang ini akan disajikan dengan cara ditusuk yang ditambah dengan kuah kentalnya.

Sebelum mampu disajikan, kerang akan terlebih dahulu direbus dengan adanya tambahan bumbu halus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, jahe, merica, jintan, kunyit, dan cabai merah.

Apabila hasilnya matang, hasil kerang rebus tadi telah mampu ditusuk kemudian mampu langsung dibakar sampai warnanya kecokelatan.

Hasilnya akan disajikan di piring bersama kuah hasil rebusan kerang tadi, tetapi ditambah dengan tepung beras supaya kental. Sate yang akan ditaburi bawang goreng di atasnya ini akan lezat dinikmati bersama ketupat dengan cita rasa yang gurih dan pedas.

Rendang Sapi

Sebagai makanan khas Sumatera Barat yang masuk dalam World’s 50 Most Delicious Food dari CNN pada tahun 2011 kemudian, rasanya rendang memang layak masuk 27 daftar ini.

Makanan yang dibuat menggunakan daging sapi ini bahkan menggunakan bumbu rempah yang melimpah bakal menciptakan satu porsinya.

Sebut saja aneka bumbu halusnya ialah cabai, bawang putih, lengkuas, bawang merah, kunyit, dan serai ada di sana. Belum lagi tambahan santan sebagai campuran kali rendang dimasak yang membuatnya semakin melimpah rempah.

Makanan yang bahkan telah dikenal di hampir seluruh rumah makan Padang ini dikenal oleh masyarakat luar Indonesia.

Tak heran memang, karena rasanya yang amat meresap sampai ke dalam daging berkat pemasakannya yang lama. Sehabis semua bumbu dan potongan daging dicampur menjadi satu dengan santan, lalu kali dimasak harus terus diaduk.

Awalnya satu kualinya mampu memuat air yang banyak, namun sehabis dimasak dengan waktu sekitar empat jam, air akan habis dan bumbunya meresap ke daging. Hal itulah yang membuat rasa rendang amat nikmat, begitu pula kali dikonsumsi bersama dengan nasi.

Rendang Paru

Apabila biasanya rendang lebih identik dibuat menggunakan daging sapi, lalu rendang paru ialah pengecualiannya.

Sesuai namanya, jenis olahan rendang ini dibuat menggunakan paru-paru sapi yang lebih lunak dan basah dibanding daging sapi. Tidak hanya dari bahan dasar saja yang berbeda, karena bumbu-bumbu yang digunakan bakal memasaknya juga berbeda.

Kebanyakan bumbu rempah yang digunakan ialah bawang putih, jahe, lengkuas, cabai merah, dan dedaunan yang dirajang. Kemudian semua bumbu itu akan dihaluskan bakal nantinya dimasak bersama paru sapi.

Tidak hanya itu, penggunaan santannya juga memerlukan takaran yang lebih besar, yakni sekitar 1,5 kali lebih banyak ketimbang rendang normal. Namun kalau masalah pengolahannya, cenderung hampir sama, bahkan mampu dikatakan persis.

Namun hasilnya tetap berbeda, paru tadi yang dimasak akan punya tekstur yang lebih keras dengan warna cokelat yang dominan.

Bakal mencicipinya, datang saja ke kota Payukumbuh dengan alamat Jl. Soekarno Hatta No. 37, karena di sana terdapat rumah makan bernama rendang ‘Nikmat’.

Galamai

Galamai di Sumatera Barat sungguhlah populer, sehingga beberapa kota seperti Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, dan Solok mempunyai cara memasaknya sendiri.

Namun kebanyakan makanan khas Sumatera Barat dengan nama lain kalamai ini memiliki komposisi bahan serupa, seperti tepung beras ketan, santan, gula aren, dan kacang tanah.

Sepertinya ketiga bahan pertama telah tidak asing lagi bagi pembuatan dodol atau jenang, karena galamai memang mirip kedua makanan tersebut. Bedanya hanya pada taburan kacang tanah yang menghiasi galamai, sehingga terdapat cita rasa yang berbeda dibanding kedua olahan dari Jawa itu.

Bakal memasaknya juga agak mirip dengan dodol, yakni dengan memasak bahan-bahan di atas dalam satu kuali besar dengan api yang stabil. Bakal membuatnya menjadi lengket, pembuat harus telaten mengaduk adonan galamai semasih 3-4 jam lamanya.

Sehabis galamai tadi masak, selanjutnya ialah dengan memotong adonan menjadi bentuk yang diinginkan. Dengan rasa manis dari gula aren ditambah dengan renyahnya kacang tanah yang terlebih dahulu disangrai, lalu akan menghasilkan rasa galamai yang enak.

Bareh Randang

Di kawasan Darek yang terdiri dari beberapa kota meliputi Payakumbuh, Tanah Datar, Agam, dan Lima Puluh Kota terdapat kudapan manis bernama bareh randang.

Makanan ini ternyata bukanlah jenis dari rendang, sesuai namanya yang agak nyerempet, namun ternyata bareh randang ialah olahan tersendiri.

Penamaan randang yang membuat kita salah sangka ternyata memiliki makna ‘menyangrai’ sesuai proses pemasakannya. Sedangkan bareh didapat dari artinya ialah beras atau tepung beras yang menjadi bahan pembuatannya.

Apabila ditilik secara bahasa seperti di atas, lalu secara harfiah bareh rendang ialah makanan dari tepung beras yang dimasak dengan cara disangrai yang dicampur dengan cairan gula dan santan.

Prosesnya yang disangrai nantinya akan menciptakan bareh randang yang memiliki permukaan agak kasar namun bagian dalamnya lunak.

Nantinya gumpalan hasil pemasakannya akan dipotong-potong menjadi beberapa bagian dengan bentuk lingkaran ataupun persegi.

Makanan adat Sumatera Barat dengan warna putih ini memiliki rasa yang manis, sehingga sering dijadikan cemilan, termasuk upacara adat.

Sebut saja adat pernikahan dan perkumpulan adat, bareh randang akan dengan senang hati menjadi hidangannya.

Sala Lauak

Selain Padang, kota besar lain di Sumbar ialah Pariaman yang juga punya makanan khas, diantaranya ialah sala lauak.

Makanan asli Sumatera Barat ini dibuat menggunakan ikan karena daerah Pariaman ialah daerah pesisir dengan hasil ikan yang cukup banyak. Sesuai namanya, yang berarti goreng dari kata sala, lalu cara pemasakan sala lauak juga dengan cara digoreng.

Namun penggorengan itu terjadi jika adonan dari daging ikan yang halus dicampur dengan tepung sebagai luarannya dibuat. Dalam proses pembuatan adonan tersebut nantinya akan dibuat bulat atau pipih, mampu juga sesuai selera baru mampu digoreng.

Warna yang akan timbul seusai penggorengan ialah kecokelatan, dengan rasa gurih dan renyah yang timbul kali menggigitnya. Sebenarnya sala lauak terdapat dua varian, yakni yang berbentuk bulat dinamakan sala keras karena luarannya agak keras.

Namun jenis lain, ialah sala lunak punya tekstur yang lebih lunak dengan bentuk pipih. Selain itu, perbedaan lainnya ialah bahannya, apabila yang keras memakai ikan asin, lalu yang lunak menggunakan ikan stuhuak.

Sebagai salah satu jenis gorengan, ikan stuhuak akan amat tepat menjadi lauk makan maupun camilan, apalagi dicocol dengan saus.

Nasi Sala

Masih seputar masakan dengan nama sala, yakni nasi sala yang juga dapat ditemui di kota Pariaman.

Makanan khas Sumatera Barat yang satu ini memang layak bakal dinikmati bersama keluarga.

Di atas disinggung bahwa Pariaman ialah daerah pantai, sehingga hasil lautnya melimpah, hal inilah yang menjadi faktor menculnya nasi sala yang notabene dibuat dengan ikan.

Jangan salah sangka dulu mengenai nasi sala, bukan nasinya yang dibuat dengan ikan, melainkan lauknya yang dibuat dengan ikan. Selain nasi, satu porsi nasi sala juga ditemani dengan samba lado dan ikan goreng tadi.

Penggunaan ikan sebagai lauk pauk nasi sala ialah jenis ikan gembulo atau lebih dikenal dengan ikan kembung maupun gembung.

Sehabis ikan siap dan dibersihkan dari kotoran dan sisik, ikan akan dilumuri dengan tepung beras yang berbumbu dari cabai giling, lengkuas, daun kunyit, dan bawang putih.

Nantinya ikan akan digoreng sampai bewarna kecokelatan, baru mampu disajikan. Keunikan dari nasi sala ialah nasinya akan dibungkus ke dalam daun pisang dengan ukuran satu kepal tangan.

Nama nasi tersebut oleh masyarakat sekitar sering dinamai dengan nasi sek. Rasa ikannya yang gurih renyah akan amat lezat bila bercampur dengan pedasnya samba lado yang dibuat dari cabai merah asli.

Lamang Tapai

Salah satu jajanan pasar yang masih awet hingga sekarang di daerah Minangkabau ialah lamang tapai. Panganan ini disajikan dari lamang yang dimasak dengan medium bambu kemudian ditambah dengan tapai hasil fermentasi.

Uniknya bakal membuat tape tersebut, bahan yang digunakan ialah ketan hitam yang dikukus sebelum akhirnya difermentasi.

Proses fermentasinya sendiri menggunakan perantara ragi dengan kandungan jamur bernama Saccharomyces yang membuat beras ketan lebih encer dan berair.

Lihat juga makanan khas indonesia

Rasa yang ditimbulkan oleh proses ini ialah asam, bahkan terasa seperti soda karena difermentasi semasih 2 sampai 3 hari.

Sedangkan cara membuat lamangnya ialah hanya dengan memasak beras ketan di dalam bambu kemudian sehabis masak isiannya akan ditaruh ke piring dengan lumuran tapai beras ketan hitam tadi.

Rasa lamangnya yang khas dengan rasa gurih akan dipadukan dengan enaknya beras ketan hitam alias tape. Bahkan apabila lamangnya habis, mengonsumsi tapenya saja telah cukup membuat lidah bergoyang, walaupun hanya sekedar topping belaka.

Biasanya kali bulan Ramadhan, lamang tapai akan dengan mudah dijumpai, mengingat kerap disajikan sebagai takjil buka puasa.

Lamang Katan

Masih seputar olahan lamang, apabila sebelumnya ada lamang tapai, lalu kini ada lamang ketan. Dari namanya saja telah pasti kamu akan tahu bila olahan ini dibuat dari beras ketan yang dibakar dalam bambu atau dikenal lamang.

Namun lamang katan tidaklah sesederhana itu, karena biasanya akan diberi aneka isian dan bumbu bakal menghasilkan cita rasa yang berbeda, walaupun cara memasaknya sama. Kebanyakan olahan ini akan memiliki 3 rasa, yakni rasa manis, asin, dan ada pula rasa asam.

Umumnya lamang akan dibuat dengan beras ketan, santan, dan garam dengan rasa yang lebih condong ke asin atau gurih.

Di atas telah dijelaskan akan ada 3 rasa, pertama ialah rasa manis yang akan muncul bila disajikan bersama dengan selai. Bahkan ada pula yang memberikan isian berupa kinca, atau cairan gula merah dengan parutan kelapa ke dalam lemang supaya rasanya manis, sama halnya dengan yang isiannya pisang.

Ada juga rasa asin yang didapat karena disajikan bersama rendang, atau dimakan secara langsung. Terakhir ialah rasa asam, yakni ada pada diri lamang tapai.

Bakal mendapatkannya, coba saja bakal berkunjung ke Pasar Raya Kota Padang yang juga punya lemang ketan hitam dan lemang ketan putih.

Karupuak Sanjai

Karupuak sanjai ialah keripik yang berasal dari daerah Bukittinggi, tepatnya di Jalan Sanjai, desa Manggis. Sepertinya agak aneh memang, namanya yang karupuak, justru ternyata olahan ini ialah keripik yang dibuat dari singkong.

Sejarah keripik ini berasal dari jalan Sanjai, di tahun 1970-an, di sana terdapat 3 orang pembuat keripik, mereka ialah Amai Seram, Amai Terimalah, dan Amai Malan.

Ketiga nenek itu kemudian saling sikut bakal menjualnya di Kawasan Pasar Atas, Bukittinggi. Kini keturunan mereka bertiga ialah penjual keripik ini, bahkan warga sekitar juga ikut-ikutan membuatnya, sehingga jalan Sanjai kini menjadi sentra keripik sanjai.

Keripik yang dibuat dari keripik singkong yang diiris tipis-tipis ini terdapat 3 varian rasa, ialah tawar, asin, dan pedas. Yang tawar mampu disebut pula dengan original, karena singkong yang diiris tidak dibumbui apapun.

Sedangkan yang asin didapat dari tambahan bumbu berupa kunyit, garam, dan bawang putih yang dihaluskan. Sehingga akan menghasilkan keripik gurih dengan warna kuning.

Terakhir ada rasa pedas karena diberi bumbu balado dengan warna merah. Ada perbedaan yang menonjol, apabila biasanya keripik balado dibumbui bubuk, sanjai justru dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan cabai yang dijadikan saus. Saus itu kemudian dioleskan ke keripik, kemudian dikeringkan baru mampu dimakan.

Bubur Kampiun

Salah satu makanan khas Sumatera Barat yang lainnya ialah bubur kampiun.

Nama bubur kampiun tentu telah tidak asing bagi pecinta kuliner tanah air, mengingat bubur ini memiliki ciri khas digabungkannya berbagai bubur dalam satu wadah.

Olahan dari Bukittinggi ini berasal dari campuran hasil kukusan ketan putih, bubur sumsum atau bubur putih, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, bubur candil, hingga kolak pisang/ubi.

Tidak hanya daftar di atas yang mampu dimasukkan, karena di berbagai daerah juga kerap menambahkan lupis ketan putih atau bubur delima. Terdiri dari beraneka ragam bahan inilah yang membuat bubur kampiun terasa istimewa.

Cara memasaknya juga tidak main-main, kenapa? Karena pemasakan jenis-jenis bahannya akan dilakukan dengan wadah atau panci berbeda. Bakal menyajikannya juga unik, karena setiap bahan akan diambil satu persatu baru dimasukkan ke wadah.

Biasanya orang-orang akan memburunya kali bulan Ramadhan tiba, khusunya dijadikan sebagai takjil karena rasanya yang manis.

Namun selain bulan puasa, bubur ini cukup sulit ditemui karena cara pengolahannya yang memakan waktu dan harga bahan-bahannya mulai meningkat.

Martabak Kubang

Walaupun martabak bukan makanan asli Indonesia, namun apabila namanya ialah martabak kubang, lalu itu ialah hasil akulturasi martabak luar dengan lokal.

Makanan ini berasal dari Nagari Kubang, Guguk, Lima Puluh Kota sehingga nama kubang melekat padanya. Bahkan para perantau dari daerah tersebut kerap menjadi penjual martabak di pelosok nusantara.

Martabak ini dibuat dengan isian daging sapi cacah bahkan rendang juga mampu, kemudian ditambah dengan daun bawang. Bentuknya sendiri lebih besar daripada martabak pada umumnya, sehingga akan lebih tepat bila dinikmati ramai-ramai.

Perbedaanya dengan martabak telur teknik pembuatannya, ialah adonan kulit martabak kubang akan dibanting beberapa kali hingga melebar.

Bahkan bakal menghidangkannya akan disajikan pula kuah dengan rasa pedas yang berpadu dengan asam manis.

Kulit itulah yang nantinya akan diisi dengan daging sapi atau rendang dan daun bawang, sehingga akan terlihat lebih padat.

Nama lain dari martabak ini ialah martabak mesir, hal ini karena kesalah pahaman orang Minangkabau yang menganggap orang Arab dan India yang mengajarkan pembuatan martabak pada mereka, dikira orang Mesir.

Soto Padang

Soto ialah makanan khas Indonesia yang membumi, sehingga banyak daerah yang punya olahan ini, mulai dari timur sampai barat ada semuanya.

Di pulau Sumatera sendiri ada soto padang yang memiliki cukup banyak perbedaaan dengan jenis lain, mulai dari bahan hingga rasanya.

Walaupun bahannya lebih simple, yakni hanya berupa daging sapi, bihun, perkedel kentang, dan kuah berkaldu sapi.

Namun bila dilihat lebih dekat, daging sapinya ternyata digoreng kering yang dipotong kecil-kecil, atau disebut dengan dendeng.

Dalam satu mangkuk sotonya, akan terasa amat gurih yang amat segar, apalagi kali disajikan dalam keadaan masih panas.

Bakal mendapatkannya juga tidaklah sulit, karena di berbagai restoran padang ataupun warung-warung di Padang kerap menyajikan menu ini.

Biasanya soto ini akan dimakan bersama dengan nasi supaya lebih membuat perut kenyang, dan ada pula tambahan kerupuk sebagai lauknya.

Nasi Kapau

Sebagai makanan khas Sumatera Barat nasi kapau ini memang memiliki cita rasa yang paling enak.

Apabila ada nasi gudeg di Yogyakarta yang telah terkenal, lalu di Bukittinggi ada yang namanya nasi kapau, yang sama-sama menggunakan nangka.

Namun bedanya, nasi kapau lebih lengkap, karena selain nasi dan sambal, ada juga gulai sayur nangka (cubadak) yang mampu ditambah dengan puluhan lauk lain.

Gulai nangka yang digunakan juga berair, tidak seperti gudeg, karena dimasak dengan santan namun tidak terlalu kental.

Biasanya para pedagang nasi kapau akan menyajikan makanan pokok khas Sumatera Barat ini kemudian akan diberi aneka lauk berupa sayur dan daging, namun gulai nangka akan rajin menemani satu porsinya.

Aneka lauk yang mampu dipilih oleh pembeli kebanyakan ialah daging, mulai dari rendang daging sapi, rendang ayam, ayam goreng, gulai ayam, dendeng balado, belut goreng, tongkol balado, teri balado, ayam panggang, gulai ikan, dan kikil.

Itu masih kategori daging, karena masih ada lagi sayur-sayurannya, yakni rebung muda, kol, kacang panjang, dan kadang-kadang sayur pakis.

Terus bakal memperkaya lauk, masih ada pilihan gulai-gulai yang khas, meliputi gulai cangcang yang berisi tulang dan daging kerbau, gulai tunjang yang berisi urat kaki kerbau dan sapi, dan gulai usus (gulai tambunsu) ialah gulai yang berupa usus sapi berisi telur kocokan.

Bakal menjumpai pedagangnya, di kawasan Pasar Bawah Bukittinggi terdapat banyak pedagang nasi kapau yang menjamur. Harganya tergantung dengan banyaknya lauk yang dipilih, namun harga reratanya dimulai 15 ribu atau 20 ribu rupiah.

Gulai Itiak Lado Mudo

Gulai Itiak Lado Mudo sebenarnya ialah salah satu jenis menu yang berada di restoran Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai, Jalan Binuang, Bukittinggi.

Sebagai menu andalan, gulai itiak lado mudo ialah gulai yang dibuat dengan daging bebek muda dan cacahan cabai hijau.

Walaupun awalnya masakan sumatra barat ini ialah khas Kota Gadang, Kabupaten Agam, namun di restoran tersebut dimodifikasi supaya rasanya lebih pedas dan diolah tanpa santan.

mPemberian rasa pedasnya didapat dari cabai karing yang diberi takaran yang agak banyak supaya pedasnya terasa.

Pemilihan bebek muda sendiri bukan tanpa alasan, karena bebek yang berusia sekitar 6 bulan memiliki tekstur yang lebih empuk.

Sehabis bebek dipilih dan dihilangkan isi perut dan bulunya, selanjutnya akan dimasak dengan bumbu berupa kunyit, lengkuas, bawang putih, cabai hijau, dan bawang merah. Bahkan bakal pemasakannya mampu mencapai sehari satu malam supaya pedas dan bumbunya meresap.

Tujuan lainnya ialah dagingnya semakin lunak supaya memudahkan bakal dimakan. Harga bakal satu porsi gulai itiak cuma 22 ribu apabila itu potongannya saja, namun harga akan menjadi 100 ribu bila yang dipesan ialah satu ekor bebek itiak full.

Ale-ale

Salah satu makanan asli Sumatera Barat ialah ale ale apam yang amat terkenal di desa Silungkang Duo, Sawahlunto. Bentuknya sendiri hampir sama dengan serabi yang ada di Jawa, namun punya rasa yang berbeda.

Rasanya yang enak membuat anak-anak hingga orang dewasa banyak menyukainya, bahkan para perantauan dari Sawahlunto kerap memesannya kali ada acara di kota perantauan mereka.

Bahan yang digunakan bakal membuat makanan tradisional ini ialah beras putu, gula jawa, air kelapa, dan parutan pandan.

Tidak main-main memang, karena bakal memasaknya saja mampu mencapai beberapa jam, yakni hampir sekitar 5 jam dengan alat khusus.

Bakal mendapatkannya juga cukup mudah, karena setiap sore hari dapat dijumpai para pedagangnya di berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti Solok, Muaro Sijunjung, dan Silungkang Sawahlunto.

Makanan provinsi Sumatera Barat dengan aroma yang khas ini memiliki banderol harga yang murah, karena 5 ribu rupiah saja telah mampu mendapat 4 ale ale apam.

Ayam Pop

Ayam pop ialah masakan khas Sumatera Barat yang dibuat dengan ayam kampung, lengkuas, bawang merah, bawang putih, daun salam, garam, dan jeruk nipis.

Biasanya ayam pop disajikan per bagiannya saja, misalnya ialah bagian paha kemudian di atasnya akan ditaburi sambal. Bakal mempercantik tampilan, biasanya di beberapa tempat makan atau restoran yang menyediakannya akan ada tambahan daun singkong dan kacang panjang rebus.

Menikmati ayam pop ini akan terasa amat gurih, dan akan terasa pedas bila bercampur dengan sambalnya.

Bakal membuatnya, ayam kampung yang dipotong akan direbus dengan bumbu halus yang disebut di atas, yakni lengkuas dan teman-temannya.

Sehabis itu akan direbus lagi, namun ditambah dengan air kelapa supaya mempertajam rasa dan aroma gurih pada ayamnya. Sehabis dirasa matang, ayam akan ditiriskan sampai kadar air mulai menurun, yang nantinya akan digoreng dengan minyak goreng.

Sampai proses ini, ayam telah siap dihidangkan, namun akan belum lengkap bila belum ada sambalnya.

Lalu akan ada sambal yang dilumuri di atas ayamnya yang terbuat dari cabai, bawang merah, dan tomat yang dibuat dengan cara digiling halus. Bakal mendapatkannya dapat mengunjungi rumah makan Family Benteng Indah Bukittinggi.

Dendeng Balado

Dendeng ialah nama makanan tradisional Sumatera Barat yang berasal dari daerah Minangkabau yang dibuat dari daging sapi yang dikeringkan.

Menurut sejarah, makanan ini dibuat menjadi kering ialah karena supaya masakan ini bertahan lama, sehingga kali dibawa perjalanan akan lebih lama basi.

Makanan yang dibuat dari irisan daging sapi menjadi kecil-kecil ini kemudian akan dikeringkan, namun karena ini ialah dendeng balado lalu akan diberi bumbu balado.

Rasa enak dari dendeng akan berpadu dengan pedasnya balado yang dibuat dari cabai serta rempah-rempah lain.

Makanan khas Sumatera Barat yang mampu bertahan sampai berhari-hari ini dikeringkan dengan cara menjemurnya di sinar matahari atau dijemur didekat perapian kecil.

Selain dikenal dengan dendeng balado, masyarakat juga kerap menyebutnya dengan dendeng batakok.

Namun sebenarnya antara batakok dengan balado punya perbedaan pada penggunaan cabai sebagai pelengkapnya. Bakal batakok, cabai yang digunakan ialah cabai hijau, sedangkan balado yang dipakai merupakan cabai merah.

Gulai Banak

Apabila biasanya gulai lebih sering dibuat dari daging ayam, daging sapi, dan daging kambing, berbeda dengan gulai banak yang memakai otak sapi sebagai bahan utamanya.

Makanan ini ialah gulai khas dari Sumatera Barat dengan kuahnya yang segar namun agak pedas bewarna kecokelatan.

Penggunaan bahan dasar otak memang amat unik, karena akan terasa amat lembut di mulut, belum lagi kandungan vitamin B5 dan B12 terkandung di dalamnya. Walaupun begitu, gulai banak tetap punya kekurangan, karena punya kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Dalam membuatnya, sama seperti gulai lain pada umumnya, hanya saja otaknya diperlakukan secara berbeda. Sehabis otak sapi diambil dan dibersihkan, selanjutnya akan direbus atau dikukus sebelum dibuang kulit arinya.

Nantinya otak tersebut akan dipotong-potong sesuai keinginan kemudian akan dimasak bersama bumbu berupa santan, kunyit, cabai merah, dan bumbu lain.

Selain itu, akan ada tambahan daun mangkokan dan asam kandis supaya aromanya tidak amis. Walaupun olahan yang lezat ini kolesterolnya tinggi, namun kandungan proteinnya juga mampu menutupi kekurangannya tersebut.

Gulai Paku

Sehabis sebelumnya ada gulai yang dibuat dari otak sapi, kini ada olahan gulai lain yang juga amat unik, ialah gulai paku.

Dari namanya boleh jadi ada yang berpikir masakan ini dibuat dari paku besi, namun itu salah besar, karena bahan utama pembuatannya ialah tanaman paku atau pakis.

Namun penggunaan tumbuhan yang memperbanyak diri dengan cara spora ini haruslah yang berjenis paku sayur yang sering muncul di pinggir sungai. Beberapa jenisnya yang umum dipakai ialah semanggi, ostrich fern, dan bracken, khususnya yang masih muda.

Bakal memasaknya sendiri tidak jauh berbeda dengan gulai lain, yakni sehabis sayuran pakis diiris kecil-kecil, selanjutnya ialah memasaknya dengan santan bercampur bumbu halus dari cabai rawit, lengkuas, asam kandis, kunyit, serai, dan daun jeruk.

Tidak hanya tanaman paku saja yang menjadi aktor utama, biasanya masyarakat akan memberikan pelengkap ikan asin jambal, udang, atau ikan teri. Gulai ini akan diberikan kuah hasil pemasakan dengan rasa pedas asam, yang disantap bersama dengan telur rebus atau potongan ketupat.

Kalio

Apabila mengenal rendang, lalu kamu harus tahu perihal kalio, karena kalio ialah rendang setengah jadi.

Nama setengah jadi disematkan pada makanan kuliner Sumatera Barat ini karena memang kalio sebenarnya ialah rendang namun dimasak dalam waktu yang lebih singkat.

Sehingga akan menghasilkan olahan bewarna cokelat yang berpadu dengan kuahnya yang lebih banyak dari rendang.

Perbedaan lain selain dari warna ialah tekstur, karena kalio akan punya tekstur basah dan empuk, sedangkan rendang lebih alot dan kering. Dari segi aroma, kalio memang tidak semerbak bau rempahnya, berbeda dengan rendang yang begitu beraroma rempah.

Alasan awal pemasakan kalio ialah karena beberapa Rumah Padang kesulitan atau kelamaan kali membuat rendang, sehingga bakal mengejar waktu, muncullah kalio ini.

Hampir semua bahan yang digunakan sama dengan rendang, sebut saja bahan utamanya seperti daging sapi dan ayam, limpa, dan hati sapi.

Bahkan hati dan limpa lebih terasa nikmat bila disajikan menjadi limpa, karena mereka tidak akan mengeras seperti rendang. Sehingga dibanding saudaranya, kalio punya kelebihan pada teksturnya yang empuk, sehingga lebih mudah dimakan.

Pinyaram

Pinyaram merupakan makanan khas Sumatera Barat yang bentuknya mirip dengan kue cucur a la Betawi. Bahan bakal pembuatan pinyaram ialah dengan tepung beras, sehingga akan menghasilkan makanan yang empuk.

Pinyaram sendiri punya bentuk seperti ufo, dengan rasa liat di pinggirnya, sedangkan kali menggigit semakin ke tengah akan semakin empuk. Warnanya yang condong ke warna cokelat gelap, membuatnya berbeda dengan cucur dari aspek tampilan, karena cucur punya warna putih.

Walaupun berjenis makanan kuno, namun masyarakat Malaysia hingga Brunei mengenalnya, bahkan masyarakat lokal menggunakannya sebagai santapan kali bulan Ramadhan, Isra’ Mi’raj, hingga acara pernikahan.

Kebanyakan warga asli akan membuat makanan ini dari tepung beras, vanile, santan, garam, dan air gula yang ditambah bahan lain berupa minyak goreng. Petama-tama kali membuatnya ialah dengan memanaskan air gula sampai menjadi karamel.

Lihat juga makanan khas surabaya

Berlanjut sehabis karamel dingin, nantinya akan dicampur dengan tepung beras sampai benar-benar menyatu sambil diaduk-aduk. Supaya lebih kental dan memberi rasa lebih enak, tambahkanlah santan secukupnya, bersama dengan garam dan vanile.

Baru nantinya adonan itu dimasak dengan cara mengambilnya satu sendok ke wajan satu persatu. Sehabis matang pinyaram telah siap bakal disajikan, rasanya akan amat manis berpadu dengan rasa empuk yang khas.

Makanan khas sumatera barat lainnya

Randang Lokan

Dendeng Batokok

Gulai Tunjang

Gulai paku

Gulai toco

Gulai banak

Gulai kambiang

Gulai manih

Gulai pucuak ubi

Gulai asin padeh

Pangek masin

Pangek padeh

Kalio dagiang

Kalio jariang

Sambalado tanak

Sambalado matah

Cancang

Ikan balado

Ikan baka

Soto padang

Goreng baluik

Goreng lauak

Palai Bada

Ayam kurma

Dari makanan khas Sumatera Barat diatas mana menurut kalian yang paling enak. Walaupun kebanyakan didapat dari kota-kota besar di Sumatera Barat seperti Padang, Payakumbuh, dan Bukittinggi, namun dengan daftar ini semoga mampu memudahkan pencariannya.

Karena di kota-kota besar lebih mudah ditemui alamatnya, maupun penjualnya, tak terkecuali di pinggir jalan.

Lestarikanlah produk-produk asli Tanah Air dengan cara membelinya dari para penjual atau membuat usaha menu-menu tersebut supaya semakin jaya.

Tags: makanan khas sumatera barat, makanan khas sumatera, makanan khas sumatra barat, makanan khas sumatra, makanan khas sumbar, makanan tradisional sumatera barat, masakan khas sumatera barat, makanan sumatera barat Tags: Last modified: 25 July 2020

0