Resep Roti Chapati Khas India Sederhana Spesial Asli Enak. Roti chapati ala India yang lembut dan empuk sanggup dimasak pakai wajan teflon. Chapati dimakan dengan apa?. Santap chapati yang lezat sanggup bersama gulai kari ayam maupun kari sapi atau acar sayur, atau gunakan sebagai pembungkus seperti roti tortilla buat resep kebab Turki atau taco/tacos. Anda bahkan dapat mengolesi chapati dengan mentega putih/ghee buat menambah cita rasa. Anda dapat dengan mudah menikmati berbagai macam hidangan India ini sendiri-sendiri.
Foto Resep Roti Chapati Khas India Sederhana Spesial Asli Enak
Gambar Roti Chapati India

Menurut situs Wikipedia. Chapati (kadang-kadang dieja chapatti, chappati, chapathi, atau chappathi), juga dikenal sebagai roti, safati, shabaati dan roshi (di Maladewa), merupakan sejenis roti tak beragi dan pipih asal Subbenua India serta merupakan makanan pokok umum di India, Nepal, Bangladesh, Pakistan dan Sri Lanka. Chapati dibuat dari tepung gandum utuh yang dikenal dengan nama atta, garam dan air, kemudian dimasak di atas tava (wajan rata).

Baca Juga :

Makanan ini merupakan makanan pokok umum di Asia Selatan serta bagi para ekspatriat dan imigran Asia Selatan di berbagai belahan dunia. Makanan ini juga diperkenalkan oleh para saudagar India di Asia Tengah, Tenggara, Afrika Timur, dan Kepulauan Karibia.

Sejarah asal usul mula roti chapati (chapati bread). Kata chapat (Hindi/Urdu:चपत/چَپَت, chapat) berarti “tepuk” mengacu pada metode tradisional dalam membentuk adonan menjadi bundar dengan menepuk adonan dengan tangan yang lembap. Seusai tiap tepukan, adonan bundar tersebut dibolak-balik. Chapati tercatat dalam tulisan Ain-i-Akbari karya Abu’l-Fazl ibn Mubarak, wazir (penasihat) dari Sultan Mughal Akbar yang Agung.

Chapati merupakan salah satu jenis roti gandum yang menjadi makanan pokok di Asia Selatan. Butiran gandum yang terawetkan sudah ditemukan di penggalian situs Mohenjo-daro merupakan spesies gandum yang serupa dengan gandum yang dipakai di India ketika ini. Lembah Sungai Indus diketahui sebagai tanah asal-usul pertanian gandum. Chapati merupakan sejenis roti atau rotta. Kedua kata tersebut dapat dipakai secara bertukar.

Chapati serta berbagai jenis roti-roti lainnya sudah diperkenalkan ke berbagai belahan dunia oleh para imigran Asia Selatan, terlebih oleh saudagar-saudagar India yang menetap di Asian Tengah, Asia Tenggara, pantai Afrika Timur, dan kepulauan Karibia.

Pembuatan roti chapati. Chapati dibuat dari adonan yang terdiri dari terigu atta, garam dan air. Tepung atta terbuat dari gandum India. Terigu yang dihasilkan lebih halus dibandingkan terigu gandum utuh di negara-negara Barat. Secara tradisional, baik roti dan nasi disajikan hambar buat dihidangkan bersama masakan-masakan berempah.

Adonan diuleni dan dibiarkan sewaktu sepuluh atau lima belas menit hingga satu jam buat menghasilkan gluten dalam adonan. Adonan yang dihasilkan menjadi lebih halus dan mudah dibentuk. Adonan dibagi menjadi bola-bola kecil dan dipipihkan dengan kedua tangan buat membentukan bundaran, terus dicelupkan ke dalam terigu dan diratakan di atas papan kayu bundar (chakla) dengan gilingan kayu (velan atau belan).

Adonan bundar tipis tersebut kemudian dimasak di kedua sisinya dengan wajan tava yang sudah dipanaskan. Di beberapa tempat di Asia Selatan, chapati dimasak setengah matang terus dimasak di atas api langsung hingga mengembang seperti balon dikarenakan uap panas membuat matang chapati dari dalam. Di India bagian utara dan Pakistan bagian timur, roti dengan penyajian ini disebut “phulka” dan di India bagian Selatan disebut “pulka”. Seusai dimasak, chapati dioles dengan mentega atau minyak samin.

Chapati memiliki besar dan ketebalan yang beragam di berbagai tempat. Chapati yang dibuat di rumah umumnya memiliki besar diameter tidak lebih dari 15 sentimeter (6 in) hingga 18 sentimeter (7 in) dikarenakan tava yang digunakan memiliki ukuran yang disesuaikan buat kebutuhan rumah tangga. Tava secara tradisional dibuat dari tanah liat namun pada ketika ini umumnya terbuat dari besi. Ukuran dari penggiling juga dapat bervariasi. Beberapa rumah tangga menggunakan meja dapur sebagai tempat menggiling roti, walaupun terdapat pula papan giling bundar yang umumnya terbuat dari kayu, batu, atau baja.

Di kebanyakan tempat di Asia Selatan, chapati serta berbagai roti-roti lainnya seperti paratha, kulcha, puri dan naan dibedakan menurut cara memasak, tekstur serta tepung yang digunakan. Contohnya, paratha dibuat dengan cara mengoles roti dengan minyak samin, terus dilipat dan dipipihkan kembali menjadi bundar dengan tekstur yang rapuh sehabis dimasak serta dapat diisi dengan bayam, dal, lobak atau kentang. Paratha umumnya dibuat dengan menggunakan tepung terigu serbaguna menggantikan terigu gandum utuh.

Terdapat berbagai jenis isian chapati di India.

  • Paneer chapati: Keju paneer parut ditambahkan di adonan chapati
  • Mullangi chapati (lobak): Lobak yang sudah diparut dan bubuk kunyit ditambahkan di adonan dan menghasilkan chapati yang tebal.
  • Chapati sayur: isian terdiri dari sejenis saus yang terbuat dari kelabat, kentang, kacang polong, dan wortel yang ditumbuk dan ditumis. Umumnya disajikan dengan cara digulung. Berbagai rumah tangga menyajikan jenis ini dengan berbagai kombinasi sayuran yang tersedia.

Di Maladewa, chapati secara tradisional dihidangkan sebagai sarapan dengan hidangan mas huni. Berikut kumpulan rahasia aneka kreasi dan variasi olahan resepi roti chapati lembut ala India yang lezat empuk dan berserat sajian sedap istimewa lengkap dengan cara bikin sendiri di rumah ala rumahan (Homemade) step by step anti gagal yang simple, mudah dan praktis buat konsumsi sendiri maupun buat jualan ide usaha bisnis toko roti khas India terlengkap di Indonesia.

RESEP ROTI CHAPATI

BAHAN :

  • 100 gram tepung terigu
  • 30 gram mentega
  • 1/2 sdt baking powder
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya

CARA MEMBUAT ROTI CHAPATI :

  1. Campur tepung terigu, mentega dan garam,air dan baking powder, aduk aduk sampai tercampur rata.
  2. Uleni adonan sampai kalis terus bagi menjadi 8 bagian biarkan dan tutup sampai 10 menit.
  3. Panaskan teflon tanpa minyak terus pipihkan adonan menjadi tipis memakai rolling kayu. taruh diatas teflon sampai terbentuk gelembung gelembung. Balik rotinya biarkan matang sejenak terus angkat.
  4. Ulangi sampai adonan roti habis.
  5. Sajikan bersama kari ayam kentang yang sudah dibuat buat 2 porsi.

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment